Melansir dari Geloranews, Selasa (20/1/2025), video yang kini ramai diperbincangkan pertama kali diunggah melalui akun TikTok Saylviee. Pada fase awal, tayangan bergerak moderat, sebagaimana unggahan lain dari kreator dengan pengikut besar.
Namun, lonjakan interaksi mulai terlihat ketika komentar dan pembagian ulang meningkat dalam waktu singkat.
Algoritma TikTok membaca peningkatan tersebut sebagai sinyal relevansi. Video kemudian dipromosikan lebih luas ke beranda pengguna lain yang memiliki minat serupa, terutama pada konten cosplay dan gaya visual. Dari titik ini, persebaran terjadi lebih cepat dan lintas segmen audiens.
Kesalahan Penulisan Nama Picu Dua Kata Kunci
