“Poltekkes Kemenkes Bandung berkomitmen untuk menjaga integritas institusi serta mendukung upaya penyebaran informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab,” demikian keterangan tersebut.
Video itu dilaporkan mulai beredar pada Minggu, 4 Oktober 2026. Rekaman tersebut disebut sempat diunggah melalui situs dewasa yang dilaporkan dapat diakses menggunakan jaringan privat virtual atau VPN.
Meski pakaian dalam video memunculkan dugaan tertentu, atribut visual tidak cukup untuk memastikan identitas seseorang. Identifikasi perlu didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi, bukan spekulasi yang berkembang di media sosial.
Klarifikasi Poltekkes Kemenkes Bandung menjadi rujukan untuk meluruskan dugaan yang mengaitkan rekaman tersebut dengan mahasiswa institusi itu. Berdasarkan pernyataan resminya, kampus membantah bahwa perempuan dalam video merupakan mahasiswinya.
Masyarakat diharapkan memeriksa informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Penyebaran ulang rekaman bermuatan seksual juga perlu dihindari untuk menghormati privasi dan martabat orang yang muncul di dalamnya. (C)
