1. Belum ada bukti video asli yang dapat diverifikasi secara langsung di ruang publik.
2. Klaim awal muncul dari sumber anonim tanpa rekam jejak yang jelas.
3. Sebaran konten lebih banyak berbentuk rumor, screenshot tidak jelas, atau potongan narasi.
4. Beberapa kreator konten terseret meski tidak terlibat, sehingga harus membuat klarifikasi.
5. Banyak tautan yang mengatasnamakan video tersebut berpotensi mengarah ke phishing.
