Mereka bahkan menyebut bahwa gaya pengambilan gambar dan nuansa video memang sengaja dibuat menyerupai konten lama mereka sebagai bentuk nostalgia untuk para penggemar setia.

Video ini juga dimanfaatkan untuk menarik engagement melalui durasi yang tidak biasa untuk platform TikTok. Sepuluh menit merupakan durasi yang cukup panjang, dan dipilih untuk memancing interaksi seperti likes, komentar, dan share dari penonton.

Strategi ini menunjukkan bahwa mereka memahami cara kerja algoritma media sosial dengan cukup baik.

Sementara banyak warganet yang sibuk mencari tautan video lengkap di luar platform resmi, Dewa dan Andra justru mengimbau penonton agar menyaksikannya melalui akun resmi mereka.

Mereka menegaskan bahwa tidak ada versi lain atau konten tersembunyi, sehingga tautan unduhan yang beredar kemungkinan besar hanya digunakan untuk menjebak pengguna.