Kecenderungan tersebut luas dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab yang menawarkan tautan palsu, janji akses eksklusif, hingga permintaan mengikuti akun tertentu. Beberapa link bahkan mengarahkan pengguna ke situs yang meminta akses perangkat atau mengunduh file tanpa izin.
Konten palsu atau editan yang menyerupai figur tertentu juga sering ditemukan, dan penyebarannya dapat berdampak hukum maupun merugikan individu yang namanya dicatut.
Di sisi lain, tidak adanya klarifikasi dari pihak Lala Vilansty membuat ruang spekulasi semakin besar. Ketiadaan penjelasan sering dimanfaatkan untuk memproduksi versi-versi narasi yang berbeda, termasuk konten derivatif yang tidak berdasar. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
