Bersamaan dengan meningkatnya rasa ingin tahu, beredar pula sejumlah tautan yang diklaim sebagai akses video penuh. Beberapa tautan disebarkan melalui kolom komentar maupun pesan pribadi.
Pola ini memunculkan kekhawatiran karena banyak kasus serupa berujung pada penipuan digital. Tautan palsu sering dimanfaatkan pelaku untuk mengarahkan korban ke situs tiruan yang meminta data pribadi, mulai dari nama pengguna, kata sandi, hingga informasi perbankan.
Praktik tersebut dikenal sebagai phishing. Modusnya meniru tampilan platform populer agar pengguna tidak curiga. Ciri yang kerap ditemukan antara lain alamat domain tidak resmi, penggunaan shortlink, serta permintaan login ulang di luar aplikasi.
Karena itu, pengguna disarankan memverifikasi setiap tautan sebelum mengekliknya. Kehati-hatian dinilai penting mengingat penyebaran link biasanya memanfaatkan momentum viral untuk menjaring lebih banyak korban.
Untuk mencegah risiko penyalahgunaan data, beberapa langkah pengamanan dapat dilakukan sebagai berikut:
