“Di perbatasan Desa Rappoala dan Rappolemba dipotong kemaluannya dan dicincang-cincang,” ungkap Enal. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, tampak Ali diseret menggunakan sepeda motor dengan tangan dan kaki terikat. Sejumlah warga terlihat mengikuti iring-iringan tersebut mengelilingi kampung.

Video lainnya memperlihatkan proses pengikatan dengan bambu sebelum tubuh korban digotong oleh warga dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas.

Kanit Resmob Polres Gowa, Ipda Muhammad Alfian, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa peristiwa amuk massa itu dipicu oleh dugaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan disabilitas.

“Motif sementara yang kita ketahui, pelaku ini melakukan pemerkosaan,” ujar Ipda Alfian, sebagaimana dikutip dari Tribunnews.