Baca Juga: Keberangkatan HMI ke Kongres Pontianak Ricuh di Pelabuhan Murhum Baubau
Sesampainya di pelabuhan, para aktivis mahasiswa tersebut segera menuju ke ruang tunggu. Namun, ketika petugas pelabuhan meminta mereka menunjukkan tiket, sebagian besar dari mereka tidak memilikinya.
Hanya sekitar 10 orang mahasiswa yang memiliki tiket dan diizinkan naik ke kapal. Puluhan mahasiswa lainnya yang tidak diizinkan naik ke kapal kemudian melakukan protes.
Situasi semakin memanas ketika para mahasiswa mulai menunjuk perwakilan mereka untuk berkoordinasi dengan PT Pelni demi mencari solusi terkait masalah tersebut. Dalam pertemuan itu, PT Pelni memberikan keringanan kepada para mahasiswa untuk membeli tiket rute Ambon-Baubau agar mereka dapat naik ke kapal.
Kepala PT Pelni Cabang Ambon, Ilhamda, sempat menemui para mahasiswa dan meminta mereka membeli tiket rute terdekat. Namun, tawaran pihak Pelni tersebut ditolak mentah-mentah oleh para mahasiswa hingga akhirnya terjadi aksi anarkistis tersebut.
