PT Pelni tetap bersikukuh mengharuskan rombongan mahasiswa membayar Rp 28,7 juta untuk semua anggota PMII yang akan berangkat menggunakan KM Dorolonda menuju Jakarta, bersumber dari rri.co.id.
Salah satu perwakilan mahasiswa, Sahril, menjelaskan bahwa mereka hanya memiliki Rp 6 juta dan telah berusaha melakukan negosiasi, bahkan sampai menawarkan jaminan KTP.
Mereka berjanji akan melunasi sisanya setelah kembali dari kegiatan kongres. Namun, menurutnya, PT Pelni tidak memberikan tanggapan positif terhadap permintaan tersebut. Lebih lanjut, Sahril mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, mereka pernah mengalami situasi serupa dan upaya negosiasi mereka direspon baik oleh PT Pelni Ambon.
Namun, pada tahun 2024 ini, segala upaya yang dilakukan seolah tidak didengar oleh pihak PT Pelni, yang kemudian memicu aksi anarkis di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Insiden pengerusakan kaca dan kursi di ruang tunggu terminal penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ini terjadi. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
