"Kami tidak bawa ke mana-mana (luar Buton), kami cuma amankan di Kodim. Jadi informasi yang beredar itu salah. Kita amankan di Kodim, tidak ada pembangunan apa-apa seperti informasi yang beredar," tuturnya kepada sejumlah awak media di Makodim 1413 Buton Rabu, pada Rabu (10/7/2024).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, meriam tersebut diamankan karena kondisinya terbengkalai dan tempat penyimpanannya tidak layak. Jika memang meriam tersebut masih dibutuhkan, pihaknya siap mengembalikannya.

"Tujuannya supaya yang terbengkalai dirawat di Makodim. Kami sudah sampaikan juga ke Pemda dan Kesultanan Buton, kalau masyarakat tidak menerima hal itu, kami kembalikan lagi ke tempatnya," ujarnya.

Letkol Inf Ketut Janji menegaskan bahwa pihaknya mengambil meriam tersebut tanpa maksud menguasai. Kodim 1413 Buton hanya mengamankan benda peninggalan eks Kesultanan Buton tersebut untuk dirawat.

"Kami sebelumnya sudah menyampaikan ke pemerintah daerah (Pemkot Baubau), kami sudah menyurat juga. Kami mengambil meriam yang bukan yang terpasang. Kami mau amankan dan kumpulkan di Kodim. Kalau sudah terdata kami akan laporkan ke pemerintah daerah dan kesultanan (Lembaga Adat)," ungkapnya.