"Pada saat saya bertemu dengan Sultan, dia memberikan saya kotak peluru yang terisi penuh. Saya memberikan uang secara tunai sebesar Rp 2.500.000," ungkap PW.

Setelah transaksi, PW kembali ke rumahnya dan memeriksa isi kotak peluru. Di dalamnya ditemukan 20 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm yang biasa digunakan untuk senjata laras panjang. PW kemudian menyimpan peluru tersebut dalam tas selempang berwarna hitam.

Keesokan harinya, PW mengaku bertemu dengan pria yang disebut sebagai "Om", yang juga adalah target operasi bernama Komari Murib. PW menyampaikan bahwa dirinya telah mendapatkan peluru sesuai permintaan.

"Om saya menyampaikan agar saya pergi duluan ke Tiom membawa peluru dan nanti akan bertemu di pasar Indawa untuk penyerahan," jelas PW.

Nama Komari Murib sendiri disebut-sebut sebagai pimpinan kelompok bersenjata Lengganus yang selama ini menjadi target operasi di wilayah Papua Pegunungan.