Kini, Yeyet telah memiliki delapan anak. Perempuan asal Selajambe, Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tersebut masih menjalani pekerjaan sebagai buruh pengupas bawang untuk mendapatkan penghasilan.

Ketika ditanya mengenai adanya buruh pengupas bawang yang disebut menerima upah Rp 700.000 per kilogram, Yeyet mengaku tidak mengetahui sosok pekerja yang dimaksud.

Ia kemudian tersenyum dan menyampaikan bahwa dirinya tentu tertarik jika memperoleh bayaran sebesar itu untuk pekerjaan mengupas bawang.

"Nya duka teu terang si Umi mah, meureun hoyong meureun. Da sakieu (satu karung) Rp 10.000 upahnya," ujar Yeyet.

Kesaksian Yeyet memperlihatkan kondisi upah buruh pengupas bawang yang ditemuinya di Pasar Tipar Gede, Kota Sukabumi. Namun, keterangan tersebut tidak serta-merta dapat digunakan untuk menggambarkan seluruh buruh pengupas bawang di daerah lain.