“Sedih banget kayak mati semua-muanya, jadi tersangka, enggak bisa ke mana-mana,” kata Agus, seperti dikutip dari tribunnews.com, Sabtu (30/11/2024).

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa sehari-hari ia masih dibantu oleh orang tuanya untuk berbagai kegiatan, termasuk mandi, makan, bahkan buang air besar dan kecil. Dia mempertanyakan bagaimana mungkin dia bisa melakukan tindakan pemerkosaan dalam kondisi seperti itu.

“Sebagaimana Bapak lihat, saya masih dimandikan dan dirawat oleh orang tua saya,” jelas Agus.

Kasus ini bermula pada awal Oktober 2024 ketika Agus bertemu dengan korban, seorang mahasiswi di sebuah kampus negeri di Mataram.

Saat itu, Agus meminta bantuan korban untuk mengantarkannya ke kampus setelah makan siang. Namun, pertemuan tersebut berujung pada tuduhan pemerkosaan yang diajukan oleh korban.