Melansir Tribunnews, Ketua panitia kurban setempat juga membenarkan temuan tersebut. Ia menegaskan bahwa tulisan itu memang muncul pada bagian paru sapi kurban, meskipun pengurban yang bersangkutan diketahui berkurban seekor kambing.
“Ada tulisan pengorban seekor kambing, tapi ternyata ada tulisan yang bersangkutan ada di paru sapi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kejadian ini bukanlah rekayasa, melainkan suatu kebetulan yang mungkin bisa disebut sebagai mukjizat.
“Itu bukan rekayasa, itu kebetulan, karena tulisan yang ada di paru itu sangat berbeda, mungkin suatu mukjizat atau keajaiban yang terjadi di kurban pada hari ini,” ujarnya.
Ketua DKM Masjid Al-Ikhlas, KH Suhada, menambahkan pandangannya mengenai fenomena ini. Ia menyebut bahwa kemungkinan tulisan nama pengurban pada daging kurban tersebut adalah bentuk mukjizat.
