5. Rohingnya mengungsi di negara Asia
Menurut data UNHCR, mayoritas pengungsi Rohingya menyelamatkan diri dan diberi status pengungsi seperti 960.000 orang lebih di Bangladesh, 107.000 orang di Malaysia dan 22.000 orang di India. Pada 2022 menjadi salah satu tahun paling mematikan dalam sejarah pergerakan maritim pengungsi Rohingya di Asia Tenggara, dengan 348 orang, termasuk anak-anak, tewas atau hilang secara tragis.
Selama puluhan tahun warga Rohingya mengalami penderitaan ekstrem di Myanmar. Mereka tidak mendapatkan status kewarganegaraan dan tidak dibolehkan mengakses layanan kesehatan, pendidikan dan kesempatan kerja. Kehidupan mereka dibatasi dalam kamp dan desa serta, selain menjadi sasaran kekerasan ekstrem. Mitra menegaskan pengungsi Rohingya sebenarnya tidak ingin meninggalkan Myanmar
6. Pemerintah didesak turun tangan
Pemerintah Indonesia didesak segera turun tangan dalam menyelesaikan polemik yang muncul akibat kedatangan lebih dari 800 pengungsi Rohingya dalam sepekan terakhir di Aceh. Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Khairil, mengatakan upaya itu harus dilakukan guna menghindari potensi terjadinya konflik sosial di masyarakat.
