"Awal mula berdirinya sekolah Menengah Atas, yaitu SMA Iman, ini di Muaragembong kami masih menyewa gedung di salah satu sekolah MI. Namun, setelah beberapa tahun, kami berhasil memiliki gedung sendiri. Di sini, tidak ada pungutan biaya sepeser pun. Kami terus berjuang demi generasi muda agar tidak putus sekolah dan memiliki pendidikan yang layak demi masa depan mereka, minimal hingga tingkat SMA," ucap Indah.

Indah juga mengisahkan tentang seorang siswa yang rela menempuh perjalanan jauh demi bersekolah. Siswa tersebut, bernama Martin, berasal dari wilayah Cabangbungin dan harus berangkat sekitar pukul 03.00 WIB. Martin berjalan kaki menuju sekolah, dan terkadang para guru menjemputnya untuk memastikan dia dapat mengikuti pelajaran.

"Martin adalah siswa kelas 10 yang rela jalan kaki demi bisa melanjutkan sekolah," ungkap Indah.

Baca Juga: Rangkaian HUT ke-10 Muna Barat Diawali Pembagian Bendera Merah Putih dan Jalan Sehat

Kepala sekolah Yayasan Iman, Ratija, mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah atau pusat serta dinas pendidikan dapat membantu mencari solusi atas keterbatasan yang mereka hadapi. Menurutnya, sebagian besar warga Muaragembong adalah nelayan dengan penghasilan di bawah rata-rata, sehingga bantuan pemerintah sangat diperlukan untuk memastikan anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak.