Aksi para pendidik itu berubah menjadi anarkis. Ribuan guru merangsek masuk ke halaman gedung DPRD dengan cara menjebol pintu gerbang DPRD. Hal ini diduga dipicu oleh kalimat Ketua DPRD Garut, Euis Ida Wartiah, kepada sejumlah guru perempuan yang menangis di pintu masuk Sekretariat DPRD.

Selain menjebol pintu gerbang, peserta aksi juga terlibat aksi dorong dengan aparat keamanan polisi dan Satpol PP Garut. Mereka berniat merangsek ke ruang rapat paripurna DPRD dengan tujuan menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.

Baca Juga: Viral Fenomena Awan Berlubang di Jember, Ini Faktanya

Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan Mamol Abdul Faqih mengatakan bahwa kurang lebih ada 2.000 guru honorer yang belum diangkat menjadi P3K, sehingga perlu ada solusi jelas antara pemerintah dan para honorer.

"Aspirasi kami walaupun tidak terangkat (P3K) dari sisa yang honorer ini menjadi paruh waktu tapi mereka dikasih upah minimum UMP," ujarnya.