"Dalam Islam, riya’ merupakan penyakit hati yang dapat merusak pahala ibadah. Seorang Muslim seharusnya beribadah dengan penuh keikhlasan, hanya mengharap ridha Allah, tanpa ada niat ingin dipuji atau mendapatkan keuntungan secara materi," kata Ustaz Bushiri.

Pendapat ini sejalan dengan pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin, yang menyebut bahwa jika seseorang beribadah dengan niat mengharap pahala dari Allah sekaligus ingin mendapatkan pujian dari manusia, maka perbuatannya termasuk syirik kecil yang bertentangan dengan keikhlasan.

"Jika seseorang bersedekah atau salat dengan niat mengharap pahala dari Allah sekaligus menginginkan pujian dari manusia, maka perbuatannya termasuk syirik yang bertentangan dengan keikhlasan. Dalil yang mendukung pendapat ini adalah perkataan Sa'id bin al-Musayyib dan Ubadah bin ash-Shamit, yang menyatakan bahwa orang tersebut tidak mendapatkan pahala sama sekali." (Ihya’ Ulumiddin, jilid III, halaman 301). (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin