Dalam posting di media sosialnya, Yenny Wahid menyebut pemandangan santri yang menutup telinga mereka saat musik diputar bukanlah tanda jika santri tersebut sudah terpapar radikalisme.
Apalagi jika santri tersebut memang sengaja diminta oleh gurunya untuk fokus menghafal Al-Qur'an. Maka mereka praktis akan konsentrasi penuh.
“Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada hafalan Al-Qur'an dan diminta untuk tak mendengar musik, itu bukan indikator bahwa mereka radikal,” kata Yenny Wahid, dikutip dari Instagram-nya Rabu (15/9/2021).
Baca Juga: Terbang ke Aceh dan Sumut, Ini Agenda Presiden Jokowi
Baca Juga: Kebijakan Kepala SMPN 10 Kendari Tuai Protes, Disebut Dekat dengan Wali Kota
