"Berdasarkan informasi dari pembina OSIS sekolah, yang melakukan persekusi tersebut gabungan antara siswi SMAN 1 dan siswi SMAN 2 Wangi-Wangi. Jadi bukan hanya serta merta SMAN 1 saja, begitupun SMAN 2," ungkap Hasanudin.
Selain itu, ia membeberkan, kejadian tersebut dipicu rasa tidak terima pelaku akibat difitnah sang korban.
Baca Juga: Tipu Korban hingga Rp 2 Miliar, Polda Jatim Tangkap Calo Penerimaan Akpol
"Makanya terjadi hal tersebut, laki-laki ini katanya dia menyebarkan fitnah. Dimana salah satu siswa sudah sering dipakai di hotel dan seperti itu. Artinya ini merupakan aib siswi itu. Sehingga mereka gabung dan mengeroyoki korban," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, tahap penyelesaiannya sudah ditempuh oleh pihak sekolah untuk menyelesaikan perkara. Namun pihak korban tidak menerima dan melaporkan kepada pihak berwajib.
