“Saya cuma ingin membantu ekonomi keluarga. Sebentar lagi anak mau sekolah,” ungkap Septi, seperti dukutip dari liputan6.com.

Septi mengaku bahwa suaminya awalnya keberatan dengan pekerjaannya, terutama karena ia membawa anak kecil. Namun, akhirnya suaminya setuju setelah memahami kondisi keuangan keluarga.

“Saya tetap harus atur waktu supaya anak saya tidak terlalu lama di jalan,” tambahnya.

Septi biasanya mengamen dari pagi hingga malam di jalan-jalan Jakarta. Ia sudah terbiasa dengan kehidupan jalanan sejak kecil, sehingga polusi dan panas matahari tidak lagi menjadi masalah baginya.

“Saya sudah terbiasa hidup seperti ini sejak kecil,” ujarnya.