JAKARTA, TELISIK.ID – Sebuah virus baru, virus Marburg, muncul dan mengkhawatirkan masyarakat dunia. Virus tersebut awalnya berkasus di negara Afrika dengan tingkat kematian tinggi, hingga 81 persen.

Dilansir dari Viva.co.id, virus Marburg pertama kali diidentifikasi pada tahun 1967 secara bersamaan di Marburg dan Frankfurt di Jerman dan di Belgrade, Serbia. Setelah temuan kasus tersebut, dilaporkan wabah dan kasus sporadis di Angola, RD Kongo, Kenya, Afrika Selatan, dan Uganda.

Sejak tahun 1967 hingga saat ini, telah dilaporkan sebanyak 593 kasus konfirmasi penyakit virus Marburg dengan 481 kematian atau persentase kematian hingga 81 persen yang tersebar pada berbagai negara di dunia baik di wilayah Afrika, Amerika, maupun Eropa. Tiga negara dengan pelaporan tertinggi kasus penyakit virus Marburg sejak tahun 1967 adalah Angola (374 kasus), RD Kongo (154 kasus), dan Jerman (29 kasus).

"Saat ini, wabah penyakit virus Marburg sedang terjadi di negara Guinea Khatulistiwa sejak 7 Februari 2023. Terhitung hingga 13 Februari 2023, telah dilaporkan sebanyak 1 kasus konfirmasi, 16 kasus suspek, dan 9 kematian (CFR dari kasus konfirmasi: 100 persen)," tulis laman Kemenkes.

Terhadap wabah terakhir yang sedang berlangsung di Guinea Khatulistiwa, gejala yang dialami kasus konfirmasi dan kasus suspek adalah demam, fatigue, muntah darah, dan diare. Namun hingga saat ini, belum pernah dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Marburg di Indonesia dan di negara sekitar Indonesia.