Dikutip dari Bbc.com, seorang epidemiolog mengatakan, kasus virus Marburg semakin intensif, membuka potensi yang semakin meluas menjadi pandemi, sementara sistem kesehatan Indonesia disebut "rawan".

Baca Juga: Termasuk Turki dan Indonesia, Ini 6 Negara Paling Rawan Gempa

Ahli kesehatan mendorong komitmen anggaran pemerintah pada tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk melakukan langkah mitigasi. Pemerintah Indonesia menyatakan akan "memberikan perhatian lebih" kepada pelaku perjalanan negara Guyana Ekuatorial dan Kamerun. Ini menyusul kasus temuan terbaru virus Marburg dari Afrika.

"Kalau ada riwayat perjalanan, untuk diminta melapor ke fasilitas kesehatan, ketika masuk negara kita," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dokter Siti Nadia Tarmizi.

Jika pelaku perjalanan mengalami gejala seperti "demam, nyeri otot, muncul diare", maka akan dilakukan uji pengurutan genom pada pelaku perjalanan tersebut. Sejauh ini, Indonesia belum memiliki riwayat keberadaan kasus virus Marburg, kata dokter Nadia.