Pengujian tersebut mencakup skenario berat yang berkelanjutan, seperti navigasi GPS, gim dengan grafis intensif, fotografi dan videografi, penayangan video, serta panggilan suara. Dengan demikian, angka rekor itu menggambarkan pengujian ketahanan ekstrem, bukan janji durasi pemakaian sehari-hari dalam segala kondisi.
Layar Besar dan Dapur Pacu Kelas Menengah
Y600 mengusung layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 2.800 x 1.260 piksel dengan refresh rate 120 hertz. Layar tersebut mendukung tampilan 1,5K, warna 1,07 miliar, dan kecerahan puncak yang diiklankan hingga 2.000 nit. Kombinasi ukuran besar dan refresh rate tinggi membuat perangkat ini diarahkan untuk menonton video, bermain gim ringan hingga menengah, dan menjelajah media sosial dalam waktu lama. Rasio layar terhadap bodi yang tinggi juga membuat area tampilan terasa lapang meski bodinya tergolong besar.
Performanya ditopang chipset MediaTek Dimensity 7300e yang dibuat dengan fabrikasi 6 nanometer. Chipset octa-core tersebut memiliki kecepatan puncak hingga 2,5 GHz dan dipadukan dengan grafis Mali-G610. Perangkat ini tersedia dengan RAM LPDDR4X hingga 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256 GB. Sistem operasinya adalah OriginOS 6 berbasis Android 16, dengan dukungan 5G, NFC, Bluetooth 5.4, dan pemindai sidik jari di dalam layar.
Sektor fotografi mengandalkan satu kamera belakang 50 megapiksel dengan bukaan f/1.8 dan autofokus, yang mendukung zoom digital hingga 10 kali. Kamera depan 8 megapiksel ditempatkan dalam lubang kecil di layar untuk swafoto dan panggilan video, dengan kemampuan perekaman video hingga 1080p. Pendekatan satu kamera belakang ini menegaskan posisi Y600 sebagai ponsel yang mengutamakan daya tahan dan harga, bukan fotografi serbaguna.
Soal ketahanan terhadap debu dan air, laporan-laporan yang ada masih berbeda: satu laporan hanya menyebut peringkat IP68, sementara laporan lain mencantumkan IP68 dan IP69. Perbedaan tersebut masih diperdebatkan dan perlu penegasan lebih lanjut dari Vivo.
