Untuk menangani masalah ini, DLHK mengerahkan 18 petugas yang terdiri dari 13 orang yang bertugas mengumpulkan sampah di pesisir, 2 orang yang menggunakan sampan untuk mengambil sampah di permukaan air, serta 3 orang ASN yang mengawasi pengelolaan sampah di wilayah teluk.
Namun, minimnya fasilitas seperti kapal besar atau alat penyaring sampah di laut lepas, masih menjadi tantangan dalam penanganan sampah yang lebih efektif.
Sampah-sampah yang diangkut kemudian dikumpulkan di titik-titik tertentu untuk memudahkan proses pengangkutan oleh petugas kebersihan kota.
Kegiatan pengumpulan sampah ini berlangsung setiap hari, termasuk pada hari libur, demi menjaga kebersihan dan mencegah penumpukan yang dapat mengganggu estetika serta kesehatan lingkungan pesisir Teluk Kendari.
Muhammad Rusmin, Sekretaris DLHK Kendari, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena, kata dia, menjaga lingkungan dari sampah ini merupakan tugas semua pihak, bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat.
