Manchester, - TELISIK.ID - Upaya Manchester City membatalkan vonis bersalah atas pelanggaran aturan finansial mendapat pukulan baru. Bukti yang pernah diserahkan klub ke UEFA dalam perkara lama dinilai berpotensi melemahkan strategi banding mereka, menurut laporan The Sun yang dikutip Liverpool.com, Selasa (6/10).

City telah resmi mengajukan banding pada Kamis (1/10) pukul 19.00 waktu setempat terhadap putusan komisi independen yang menyatakan mereka bersalah atas semua dakwaan pelanggaran serius aturan finansial Premier League periode 2009/10 hingga 2017/18. Klub bersikeras tidak bersalah dan menyebut putusan itu sebagai 'opini' yang memuat 'kesalahan material yang jelas, baik dari sisi hukum, prinsip, maupun fakta, dan tidak dapat dipertahankan'.

Komisi independen menemukan City mengatur kontrak 'palsu' (sham) dengan sejumlah mitra komersial sebagai bagian dari 'skema pendanaan terselubung' untuk menggelembungkan pendapatan klub sebesar 830 juta poundsterling. Laporan keuangan yang diajukan disebut menyembunyikan kondisi keuangan sebenarnya, melanggar batas belanja Premier League dan UEFA, serta melanggar lebih dari 100 regulasi Premier League.

Masalah baru muncul dari dokumen lama. The Times melaporkan City pernah memberi tahu UEFA lebih dari enam tahun lalu bahwa dua pembayaran masing-masing 15 juta poundsterling pada 2012 dan 2013 dilakukan oleh Jaber Mohamed, yang menjabat direktur jenderal Crown Prince Court (CPC) Abu Dhabi. City disebut tidak mengungkapkan kaitan Mohamed dengan CPC kepada UEFA dan malah menyatakan 'pembayaran itu disebabkan oleh ADUG' — bertentangan dengan pembelaan mereka saat ini yang mengklaim dana berasal dari pemerintah Abu Dhabi, bukan pemilik klub.

UEFA disebut memantau perkembangan kasus ini. Menurut Sky Sports, badan sepak bola Eropa itu akan menunggu proses disiplin Premier League selesai sebelum memutuskan apakah akan mengambil tindakan sendiri, setelah putusan komisi juga menguatkan lima dakwaan terkait ketidakpatuhan pada aturan Financial Fair Play UEFA.

Soal jadwal banding, terdapat perbedaan informasi. Sky Sports menyebut aturan baru Premier League mewajibkan banding rampung dalam 12 pekan — sidang maksimal lima hari dan panel punya 30 hari untuk memutuskan, yang berarti vonis bisa keluar pada pertengahan Januari. Namun, City disebut dapat berargumen aturan percepatan itu tidak berlaku surut untuk kasus mereka, sehingga proses berpotensi berlarut hingga 2027. Fakta ini masih diperdebatkan.

Jika banding gagal, City menghadapi sanksi berat. Premier League menyebut kemungkinan sanksi meliputi pengurangan poin, denda, larangan transfer, hingga pengusiran dari Premier League.