"Sepulang dari RDP kemarin, kami sudah mencari sekolah dan kami sudah komunikasi dengan SDN 80 Kendari dan kepala sekolah di situ juga sudah bersedia menerima, nda ada masalah," ujar Amran.

Ia juga mengaku jika tempat mengajar Wa Ode Sunartin sebelumnya (SDN 92 Kendari) sudah tidak ada tempat lagi buat dia karena sudah terisi semua.

"Kebutuhan guru itu dihitung berdasarkan rombongan belajar. Kalau kelas itu sudah diisi oleh guru kelasnya, berarti dianggap  di situ tidak ada lagi kebutuhan," bebernya.

Ia juga menyebut jika prioritas pengisi ruangan belajar di kelas tersebut adalah guru ASN bersertifikat tenaga pendidik dan bergelar sarjana, yang kedua yang menjadi prioritas adalah P3K, yang ketiga ia menyebut ASN walaupun belum sarjana.

Terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu saat dimintai keterangan terkait hal itu ia mengaku, jika penempatan Wa Ode Sunartin dengan pertimbangan.