Rahmat juga menambahkan bahwa, dengan adanya COVID-19 penumpang angkotnya pun menurun drastis.

"Biasa penumpang 60 orang dan penghasilanku itu bisa sampai 300 ribu satu hari, tapi sekarang itu paling untung penumpang naik di angkot dan penghasilan itupun biar beli bensin tidak cukupmi," tambahnya.

Supir angkotpun berharap pemerintah memberikan bantuan langsung ke jalan untuk semua supir Angkot Kendari.

 

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim