Sejak tahun 2020, virus flu burung telah menyebar ke lebih banyak spesies hewan, termasuk anjing, kucing, beruang, dan bahkan anjing laut serta lumba-lumba di berbagai negara.
Terdeteksinya virus ini pada hewan ternak di Amerika Serikat pada awal tahun ini memicu kekhawatiran mengenai keamanan pangan dan kemungkinan penyebaran penyakit ini ke manusia.
Hingga Rabu (22/5/2024), virus flu burung telah dipastikan tersebar di 51 peternakan sapi perah di sembilan negara bagian, menurut Departemen Pertanian AS. Sebanyak 15 dari peternakan tersebut berada di Michigan.
Pejabat kesehatan menolak untuk memberikan rincian jumlah orang yang terpapar dari sapi yang telah diuji atau dipantau.
