Namun, kita tetap optimis dan berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaat anggaran sesuai dengan skala prioritas terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kolut.

Pihaknya menyadari, upaya untuk mencapai visi yang telah ditetapkan sebelumnya bukanlah hal yang mudah, bahkan hampir di ujung pengabdian periode 2017-2022 ini, masih banyak target kinerja daerah yang belum dapat dituntaskan, baik target makro maupun sektoral, karena berbagai macam faktor.

"Antara lain karena adanya pandemi COVID-19, sehingga terjadi refocusing anggaran, menyebabkan banyak target kinerja yang tidak bisa kita selesaikan secara maksimal," bebernya.

Selain menyampaikan empat poin itu, politisi PKB ini juga menyampaikan realisasi penerimaan Daerah di tahun 2021 yang mencapai Rp 976,34 miliar atau 104,73?ri target penerimaan pada APBD Perubahan sebesar Rp 932,28 miliar.

"Realisasi tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp 65,75 miliar atau tercapai 124,28%. Kemudian realisasi pendapatan transfer sebesar Rp 887,32 miliar atau 103,87%, dan lain-lain pendapatan yang sah terealisasi Rp 23,25 miliar atau 92,75%," urainya.