Wajah Koalisi di Indonesia
Koalisi permanen memang baik dan menjadi harapan bersama. Koalisi permanen dibangunkembangkan harus dengan dasar kesamaan ideologis maupun dasar kebijakan publik yang disepakati bersama.
Hanya saja, karakter partai-partai politik di Indonesia, sistem multipartai dengan tidak adanya partai politik memperoleh suara mayoritas, juga tidak adanya kejelasan dasar berpartai, dasar ideologis partai politik yang dijalankan juga tidak sepenuhnya konsisten, dan tidak adanya mekanisme pembagian peran yang jelas antarpartai dalam berkoalisi, keseluruhan fakta ini bahwa belum menjadi budaya mapan dalam politik Indonesia.
Oleh sebab itu, tanpa fondasi platform bersama yang kuat, institusional partai politik yang kuat, juga komitmen jangka panjang lintas kepemimpinan partai yang solid, maka diyakini gagasan koalisi permanen ini berpotensi lebih bersifat wacana strategis ketimbang realitas politik. Faktanya malah yang terjadi bukan koalisi permanen yang diwujudkan tetapi koalisi merangkul seluruh partai politik yang dipilih dan dijalankan dalam membangun pemerintahan.
Jika dicermati bahwa yang mempersulit membangun koalisi permanen adalah perbedaan kepentingan elite, agenda ideologis partai politik yang tidak selalu sejalan, serta kalkulasi kekuasaan menjelang pemilu sering kali mengubah peta koalisi secara cepat.
