Diketahui, Juliari diduga menerima suap dari pamasok Bansos untuk wilayah Jabodetabek senilai Rp 14,5 miliar.
KPK menyebut, ada fee Rp 10.000 untuk tiap paket bansos senilai Rp 300.000. Untuk Bansos wilayah Jabodetabek saja, dianggarkan Rp 5,6 triliun.
"Saya mendengar fee-nya sebesar 14 persen atau Rp 42.000 tiap paket. Jadi, uang sogok Rp 14,5 miliar itu baru permulaan dari total Rp 5,6 triliun anggaran Bansos wilayah Jabodetabek. Artinya, dari sini saja para pencoleng itu mengantongi Rp 784 miliar. Dapat dibayangkan berapa besarnya uang sogok dari total anggaran Bansos nasional yang nilainya puluhan triliun," ujar Edy.
Edy berharap, wacana hukuman mati sebaiknya diimplementasikan supaya bisa memberi efek jera bagi koruptor. (C)
Reporter: Marwan Azis
