Baca Juga: 3,2 Juta Anak di Afghanistan Menderita hingga Terancam Meninggal
Baca Juga: Warga Asing Berlomba-lomba Tinggalkan China, Ada Apa?
Sebelum insiden pemerkosaan, Kantor Macron sempat menjadi pemberitaan setelah terungkap bahwa salah satu pengawal presiden menyerang para demonstran saat menyamar sebagai petugas polisi selama protes May Day pada 2018.
Dilansir Cnbcindonesia, pekan lalu pengawalnya, Alexandre Benalla, dijatuhi hukuman tiga tahun atas insiden tersebut. Namun di bawah aturan hukuman Prancis, dia akan menghindari sel dan hanya harus memakai gelang elektronik selama satu tahun.
"Sejak kasus Benalla, Patrick Strzoda, kepala staf Emmanuel Macron, ingin menanggapi dengan tegas dan cepat segera setelah ada perilaku yang tidak pantas oleh siapa pun yang bekerja di Elysee," kata sumber kepresidenan.
