Bahkan selama 28 tahun pula, staf di rumah sakit tidak hanya minum dari air toilet, tapi juga menggunakan air tersebut untuk berkumur dan mencuci tangan.
Hal ini akhirnya terungkap baru-baru ini, setelah pihak manajemen rumah sakit mulai membangun gedung baru, dan segera dilakukan perbaikan.
Akibat kesalahan ini, peneliti sekaligus wakil presiden universitas, Kazuhiko Nakatani, meminta maaf terkait hal ini.
"Saya sangat menyesal bahwa rumah sakit universitas menyediakan perawatan medis tingkat lanjut, menyebabkan kekhawatiran yang tidak seharusnya," tutur Nakatani. (C)
Reporter: Fitrah Nugraha
