“Pembangunan Sulawesi Tenggara harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter manusia, penguatan nilai-nilai keagamaan, pelestarian budaya, dan pemeliharaan persaudaraan. Kita ingin generasi muda yang tidak hanya kreatif dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta kepedulian terhadap daerahnya,” ujar Hugua.

Ia mengatakan, kemajuan daerah tidak cukup diukur melalui pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia serta hubungan sosial yang terjaga juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Sulawesi Tenggara.

Hugua turut mengingatkan masyarakat agar menjaga persatuan di tengah keberagaman tradisi, budaya, dan kehidupan keagamaan di Baubau dan Kepulauan Buton.

Menurutnya, kebiasaan menghargai perbedaan, menjaga ucapan, serta membantu sesama dapat diterapkan untuk memelihara kehidupan yang damai.

Ia juga menyoroti peran keluarga, pendidik, tokoh agama, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas pemuda dalam membentuk generasi yang berilmu serta memiliki akhlak baik. Pembinaan tersebut, kata dia, perlu berjalan seiring dengan pengenalan terhadap budaya dan kearifan lokal.