Hugua menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kota sangat diperlukan dalam menangani permasalahan ini.
"Pada dasarnya, kami di provinsi ini sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sementara wilayah ini berada dalam tanggung jawab ibu wali. Kehadiran beliau sangat penting karena ini merupakan wilayah kewenangannya," ujar Hugua.
Pemerintah Provinsi Sultra melalui Dinas Bina Marga dan Cipta Karya, bekerja sama dengan Dinas PU Kota Kendari serta pihak terkait, berupaya mencari solusi terbaik.
"Banjir kemarin cukup parah, saya sendiri sempat terjebak di sini. Makanya hari ini kita turun bersama untuk mencari solusi. Ada beberapa kendala, seperti saluran yang tersumbat akibat timbunan sedimen dan penyempitan aliran di muara," tutur Hugua.
Hugua membeberkan, saluran utama di area eks MTQ banyak urugan atau timbunan, yang mesti digali supaya permukaan air turun saat banjir sehingga tidak menenggelamkan rumah-rumah warga.
