Hugua menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh upaya semacam ini karena dapat memperkuat basis data lingkungan sebagai dasar kebijakan daerah.
"Saya harus mendukung ini, terutama Pemerintah Kolaka. Karena mereka datang memberikan data yang berkaitan dengan data biologi, data artefak, dan data sumber daya alam," ungkapnya.
Para aktivis lingkungan tersebut akan menelusuri kawasan Gunung Tangkelemboke yang berada di perbatasan tiga kabupaten: Kolaka Utara, Kolaka Timur, dan Konawe.
Direktur Global Naturevolution, Evrard Wandenbaum, menjelaskan bahwa tim akan melakukan eksplorasi selama empat minggu untuk menemukan satwa baru dan mengumpulkan data ilmiah.
"Jadi kami terbagi menjadi dua tim. Tim pertama dari Indonesia mereka adalah peneliti, mereka akan meneliti satwa liar dan botani, juga eksplorasi gua dan mencari arkeologi. Sementara tim kedua dari France (Prancis) akan membantu suport tim peneliti," katanya.
