Evrard yang sudah lebih dulu melakukan observasi menjelaskan medan Tangkelemboke sangat berat, terisolasi, dan membutuhkan waktu hingga dua hari perjalanan menuju lokasi riset.

Baca Juga: Finalis Terbaik Bersinar: Ceremony Duta Genre Indonesia Sulawesi Tenggara 2025 Digelar Meriah

"Kami sangat berharap bisa menemukan jenis yang baru. Di gunung itu ada jalur air yang hilang ke bawah tanah hingga ratusan meter ke depan. Sambungan jalur air itu baru terlihat di permukaan, semoga kami bisa menemukan air itu," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili, berharap hasil eksplorasi dapat dimanfaatkan bersama pemerintah daerah, khususnya sektor pariwisata.

"Jadi nanti kita harapkan hasil ekspedisinya itu untuk bisa dishare di Dinas Pariwisata untuk nanti kita tindaklanjuti bersama-sama," ujarnya.