Baca Juga: Lima Gerai Koperasi Merah Putih di Baubau Mulai Dibangun

Pemerintah provinsi mencatat nilai ekspor non tambang Sulawesi Tenggara pada 2024 sebesar Rp 11,1 miliar. Pada 2025, angkanya meningkat menjadi Rp 16,37 miliar atau tumbuh sekitar 47,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong komoditas kelautan, perikanan, pertanian, dan perkebunan.

Memasuki Januari hingga Februari 2026, nilai ekspor non tambang telah mencapai Rp35 miliar. Jika dibandingkan dengan total capaian 2025, angka ini menunjukkan peningkatan. Pemerintah daerah mencatat percepatan tersebut terjadi pada awal tahun bersamaan dengan bertambahnya pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas ekspor langsung dari Kendari.

Pada periode yang sama, nilai ekspor sektor tambang tercatat Rp 4,4 triliun. Sementara itu, sektor non tambang menyumbang Rp 35 miliar.

Data tersebut menunjukkan perbedaan kontribusi antara kedua sektor, namun pemerintah tetap mendorong penguatan komoditas berbasis usaha masyarakat.