Wagus meyakini, kerja keras, kemauan belajar, jujur, dan menanam benih kebaikan ke orang sekitar adalah jembatan meraih sukses. Inilah yang terus ia yakini dan lakukan.
Haji Wagus pernah sebagai ground handling di Bandara di Puncak Jaya dan Wamena, Papua. Ia belajar seluk-beluk mengurus maskapai. Cukup lama hampir satu dekade untuk itu belajar.
Titik baliknya di tahun 2015. Terbesit azam dalam dirinya untuk maju. Ia lalu belajar 'mengendarai' pesawat. Masuklah ia ke Genesa Flight Academy di Jakarta Timur. Ia ingin jadi pilot.
“Saat itu ada kasus penembakan pesawat di Puncak Jaya. Tak ada orang yang berani jadi pilot, akhirnya saya sekolah pilot,” kenangnya.
Pria yang juga gemar minum kopi di warkop itu, tetap tampil sederhana. Meski memiliki enam pesawat propeller, tak membuatnya 'melangit'. Di luar dunia bisnis, Haji Dayat dipercaya sebagai Ketua Fraksi Bhinneka Tunggal Ika DPRD Kabupaten Jayapura.
