Oleh: Dr. Usmar, SE, M.M
Dekan FEB Unmoes (Beragama) Jakarta/Ketum Lembaga Kebudayaan Nasional
GEGAP gempita merespon era digitalisasi government yang sedang trending dilakukan oleh berbagai kementerian dan lembaga (K/L) saat ini, sangat kental berbalut nuansa gagap dan gegar budaya digital dalam meresponn realitas itu.
Hal ini terlihat seperti yang dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat side event "G20: Festival Ekonomi Keuangan Digital" di Bali, Senin lalu (11/7/2022). Cukup bikin kaget. Menurutnya, “Pemerintah memiliki sekitar 24.000 aplikasi tersebar di berbagai kementerian dan lembaga (K/L), dan 2.700 'data base' masing-masing" yang tidak beroperasi secara multifungsi, sehingga tidak efisien dan membuat boros anggaran negara”.
Pernyataan Menkeu ini patut di apresiasi sebagai tindakan “Kritik Oto Krtitik” untuk kebaikan jalannya pemerintahan dalam situasi resesi yang melanda dunia saat ini.
