Ayat tersebut menceritakan tentang perdebatan antara Nabi Musa dengan Fir’aun. Dalam hal ini terdapat pelajaran penting bahwasanya Nabi Musa tetap diperintahkan untuk menyampaikan risalah Allah kepada Fir’aun dengan menggunakan tutur kata yang lemah lembut dan sopan santun, walaupun di sisi lain Fir’aun itu termasuk pembangkang dan sombong terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.
3. Menjauhi kebodohan
Di sini maksud dari kebodohan adalah bodoh dalam berdiskusi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Menjauhi sedikit berpikir lagi terburu-buru (dalam agama) adalah sikap yang terbaik bagi umatku.”
Karena sesungguhnya sebaik-baiknya umat adalah yang paling bersegera dalam beragama dan dapat mengendalikan diri.
