Akan tetapi, boleh jadi kelaparan yang menimpa suatu negeri disebabkan kufur nikmatnya penduduk negeri tersebut.

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan, sebuah negeri yang dulu aman dan tentram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. Tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah, lantaran itu Allah menimpakan kepada mereka "pakaian" kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat" (QS. Al-Nahl: 112).

Ayat ini menggambarkan bahwa kelaparan dan ketakutan pernah menimpa Mekah yang pernah dijamin aman sentosa. Cobaan itu datang ke kota suci setelah penduduknya tidak mau mensyukuri nikmat Allah.

Mengutip dari republika.co.id, Imam Al-Ghazali menyebutkan, kelaparan yang diikuti dengan kesabaran dan kesadaran atas dosa-dosa, akan mendatangkan keuntungan yang sangat besar.

Lapar, kata Al-Ghazali, dapat menjernihkan hati dan pikiran. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa menjadikan perutnya lapar, maka pikiran dan hatinya menjadi tajam."