Menurutnya, akses tersebut membuka peluang bagi wisatawan untuk melanjutkan perjalanan dari Bali menuju Wakatobi dan destinasi lain di kawasan timur Indonesia.

“Pariwisata tidak akan pernah maju tanpa konektivitas yang maksimal,” katanya.

Haliana juga mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, agen perjalanan, komunitas serta pihak swasta untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan konektivitas, termasuk dengan meningkatkan keterisian kursi penerbangan.

Haliana juga menyinggung posisi Wakatobi yang dinilai strategis sebagai salah satu titik penghubung destinasi pariwisata di kawasan timur Indonesia.

Ia menyebut Wakatobi berpotensi menjadi penghubung menuju sejumlah destinasi seperti Raja Ampat, Manado, Morotai hingga Banda Neira.