
Bagaigu adalah tendangan menyibak dari samping, menargetkan bagian pelipis, rahang, atau dada. Hekafi adalah tendangan menyilang ke arah depan, biasanya mengincar dada atau rahang, sementara Tuduhi adalah tendangan lurus ke depan yang sasarannya adalah dada atau paha. Kemampuan memilih dan menggunakan ketiga jenis tendangan ini memberikan keunggulan dalam Posepa’a.
Sementara itu, seorang pegiat sosial di Wakatobi, Saleh Hanan, menceritakan euforia masyarakat saat Posepa’a berlangsung. Sorakan penonton saling mendukung jagoan mereka, menciptakan atmosfer yang sangat hidup dan penuh semangat.
Setelah pertandingan selesai, para peserta saling bersalaman dan berpelukan, menandakan bahwa tidak ada dendam yang tersisa, dan masyarakat melanjutkan silaturahmi dengan mengunjungi rumah-rumah warga lain.
Selain Posepa’a, ada juga Tari Honari Mosega, tarian tradisional yang menggambarkan kedikdayaan para pemuda Liya. Penampilan alat musik Tamburu sering ditampilkan pada acara-acara resmi Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan acara kebudayaan lainnya.
