Tulisan tersebut bertajuk Issues of Social Values in the Arabic Teaching of Islamic Higher Education Students in Indonesia. Tulisan ini merupakan hasil kolaborasi dengan beberapa mitra dan jejaring yang juga memiliki keahlian pada bidang yang sama.

Komitmen, konsistensi, ketekunan dan tekad yang kuat yang mengantarkan Batmang memiliki karir fungsional tertinggi, yang juga menjadi target para dosen lainnya. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas tri dharma perguruan tinggi, ia tak pernah lupa untuk menyisihkan waktu menulis artikel.

“Saya memang menargetkan dalam setiap semester harus ada artikel yang dituntaskan. Ini sudah menjadi rutinitas saya sejak lama. Saya memiliki bank data artikel yang secara berkala saya terbitkan sesuai dengan kebutuhan,” kata mantan Ketua Prodi Bahasa Arab ini.

Batmang diangkat menjadi dosen pada tahun 2000, tiga tahun setelah menamatkan studi pada Prodi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Kendari. Dia kemudian melanjutkan pendidikan pada jenjang magister di Universitas Negeri Jakarta pada tahun 2008 hingga 2010. Di sela aktivitasnya sebagai mahasiswa, Batmang masih sempat melengkapi persyaratan kenaikan jabatan fungsional dan berhasil meraih jabatan Lektor Kepala IV/b melompat dari jabatan sebelumnya lektor III/d.

Usai lulus jenjang magister tahun 2010, di tahun yang sama dia lalu melanjutkan studi pada program doktor dan berhasil menuntaskan pendidikan pada tahun 2013. Batmang lalu kembali fokus menyiapkan tulisan sebagai syarat kenaikan pangkat bagi dosen sepertinya.