Di balik keberhasilan Aisyah, terdapat perjalanan panjang untuk mendapatkan dukungan keluarga. Ibunya, Kartini Afriani, mengaku sempat tidak mendukung keinginan sang anak mengikuti berbagai kompetisi.

Keraguan tersebut muncul setelah Aisyah mengalami kecelakaan dan harus menjalani pemasangan pen. Kartini khawatir kondisi anaknya tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan yang membutuhkan banyak gerakan dan aktivitas fisik.

Namun, setelah melihat kesungguhan Aisyah dan prestasi yang diraihnya, Kartini mulai memberikan dukungan.

“Awalnya saya tidak mendukung kegiatannya. Setelah dia meraih juara satu di ajang pertama, saya mulai mendukung dan memberikan motivasi,” ungkap Kartini.

Menurut Kartini, Aisyah memiliki keberanian dan kemauan kuat untuk mengikuti berbagai kompetisi meskipun harus menghadapi keterbatasan.