"Kami meminta hujan yang cukup kepada alam, serta makanan yang cukup, sehingga kami memiliki ikan di sungai," kata Sosa, seorang wali kota di desa nelayan kecil di pantai Pasifik di Oaxaca, dilansir CNBCIndonesia.com.

Oaxaca, yang terletak di bagian selatan Meksiko yang miskin, bisa dibilang negara terkaya dalam budaya asli dan rumah bagi banyak kelompok yang dengan keras mempertahankan bahasa dan tradisi mereka.

Ritual kuno di San Pedro Huamelula, yang sekarang bercampur dengan spiritualitas Katolik, diawali dengan mendandani buaya memakai gaun pengantin putih ditambah pakaian warna-warni lainnya.

Reptil berusia tujuh tahun, disebut sebagai putri kecil, diyakini sebagai dewa yang mewakili ibu pertiwi, dan pernikahannya dengan pemimpin lokal melambangkan penyatuan manusia dengan dewa.

Baca Juga: 16 Negara dengan Standar Kecantikan Aneh, Kamu Cantik di Negara Mana?