KENDARI, TELISIK.ID – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat langkah percepatan penurunan stunting hingga nol persen pada tahun mendatang.

Siska kemudian menyampaikan perkembangan prevalensi stunting berdasarkan dua sumber data resmi yang diperolehnya, yakni Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).

Mengutip data SKI, tercatat penurunan angka stunting Kota Kendari dari 25,7 persen pada 2023 menjadi 24,4 persen pada 2024. Sementara itu, data e-PPGBM per September 2025 menunjukkan angka prevalensi berada di 1,82 persen.

Siska menegaskan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi terkait dengan faktor lingkungan dan perilaku masyarakat.

Baca Juga: Perdana Summit SMK 2025 Sultra Jadi Ajang Unjuk Inovasi dan Perebutan Peluang Kerja