Seorang tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kendari sedang berdialog dengan Wali Kota Kendari. Foto: Sumarlin/Telisik

 

Hal lain disampaikan Kepala Puskesmas Poasia Hasmira, dia mengeluhkan banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas Poasia terpapar COVID-19, sehingga mereka harus isolasi mandiri, akibatnya pekerjaan mereka digantikan tenaga lepas.

Sedangkan pihak puskesmas merasa berat hati membebankan pekerjaan lebih pada tenaga lepas, karena tidak ada imbal jasa pada mereka.

Dia meminta agar tenaga lepas itu diperjuangkan menjadi tenaga honorer, sehingga mereka mendapat honor bulanan.

"Tenaga pengabdi di Puskesmas Poasia sebanyak 60 orang, kami minta kebijaksanaan pak wali kota untuk perjuangkan mereka," ungkapnya.